Carl Jung: Extrovert dan Introvert
Carl Jung menyatakan bahwa terdapat 2 basic attitudes atau sikap dasar yaitu introversion dan extraversion. Menurut Jung, setiap individu memiliki kedua sikap tersebut, walaupun ada kemungkinan salah satunya terjadi secara sadar dan yang lainnya tidak sadar. Contohnya, aku menunjukkan sikap extroversion yang begitu jelas dan aku menyadarinya, namun adakalanya aku juga menunjukkan sikap introversion, meskipun aku tidak menyadari itu merupakan salah satu bentuk dari sikap introversion.
Berikut penjelasan singkat mengenai introversion dan extroversion:
Introversion
Introversion ditandai dengan pergerakan energi psikis yang diarahkan ke dalam diri dengan orientasi subjektif, maka itulah yang disebut dengan sikap introversion. Orang-orang introvert cenderung berpegangan pada dunianya sendiri dengan bias-bias, fantasi-fantasi, mimpi-mimpi, serta persepsi individualnya. Mereka juga mempersepsikan dunia luar tetapi dengan perlakuan yang selektif dan dengan menyertakan sudut pandang subjektif mereka.
Extraversion
Kebalikan dari introversion, extraversion mengarahkan energi psikis keluar sehingga orang extraversion berorientasi objektif. Orang-orang extrovert lebih terpengaruh dengan dunia sekitarnya daripada dunianya sendiri. Selain itu, mereka juga cenderung untuk fokus terhadap sikap objektif dan menekan sikap subjektifnya.
Kesimpulan Jung, manusia tidak sepenuhnya introvert atau tidak sepenuhnya extrovert. Seseorang yang sehat secara psikologis menunjukkan keseimbangan antara kedua sikap, merasakan kenyamanan yang setara terhadap dunia internal dan dunia eksternalnya.
Written by: Olivia Herlie Syafira
Resources: Feist, J. & Feist, G. J. (2006). Theories of personality. New York: The McGraw-Hill Companies, Inc.
Comments
Post a Comment