NACIFIC PINK AHA BHA REVIEW (Indonesia)

Hai dearie! Kali ini aku mau review tentang skincare, nih! Sebelumnya, aku mau cerita dulu tentang skin concern-ku di bulan Mei 2021. Saat itu, aku lagi breakout parah-parahnya, sampe aku males banget buat foto-foto bahkan buat ngaca was a big no no buatku. Aku bingung, rasanya serum COSDEBAHA 'Niacinamide'-ku kewalahan menangani problem kulitku saat itu. Akhirnya, aku nemuin voucher diskon belanja di RAENA untuk pertama kali purchase. Awalnya bingung sih, mau beli apa. Setelah aku lihat-lihat  beberapa trial kit yang ada di RAENA, akhirnya aku memutuskan untuk check out produk dari NACIFIC Pink AHA BHA series trial kit. Sejujurnya, ini bisa dibilang blind buy sih. Modal nekat aja karena udah gerah sama perasalahan kulitku waktu itu (jerawat dimana-mana, beruntusan, bahkan jerawat besar yang ada 'mata'nya juga jerawat yang terpendam di dalam, hiks).

Olivia Herlie's NACIFIC Pink AHA BHA

Setelah menunggu seminggu, akhirnya paketku datang! Aku belum sempat coba sih, karena datangnya kesorean dan saat itu aku ada urusan yang mengharuskan aku nggak stay di rumah. Tapi, aku bawa cleansing foam-nya karena menurutku packaging-nya kecil dan nggak bulky masuk dalam sling bag yang aku pakai. Pertama kali pakai cleansing foam-nya, cocok cocok aja sih rasanya. Nggak ada reaksi perih atau gatal, lumayan lembut waktu menyentuh kulitku. Setelah aku pulang ke rumah, aku mulai cobain rangkaiannya sebelum tidur (untuk menghindari kalau kalau ada efek samping berupa iritasi ringan karena 'kaget' sama kandungan di dalamnya). Sebelumnya, aku cuci muka dengan cleansing foam dari rangkaian yang sama, lalu aku lanjut ke step berikutnya. Toner-nya cair banget, teksturnya benar-benar secair air, aku apply dengan cara dituang secukupnya terlebih dahulu di telapak tanganku yang bersih lalu didabdab di wajahku secara merata sampai menyerap sempurna. Menurutku, ada efek hydrating-nya jadi untuk kulitku yang biasanya habis cuci muka terasa ketarik kencang, langsung adem pakai toner ini. Lanjut ke step berikutnya, serum! Untuk tekstur serumnya sendiri sih.. thick. Mirip seperti gel bening yang konsistensinya nggak terlalu runny tapi tetap nggak lengket begitu diaplikasikan di wajahku dan juga termasuk cepat untuk menyerap. Last step, aku lanjutkan untuk mengunci semua kandungan yang tadi udah 'nempel' di kulitku dengan moisturizer dari rangkaian ini. Judul di kemasannya sih 'cream' tapi teksturnya gel ringan yang langsung menyerap dan 'ngunci' di wajahku, nggak berat samasekali untuk skintypeku yang kombinasi to oily. Oh iya, untuk baunya, semuanya mirip, menurutku a bit 'acidic' tapi untuk serumnya aku nggak mencium bau apa-apa, all is fine for me! Nggak ada bau yang terlalu menyengat, mengganggu hidungku, ataupun menyebabkan reaksi alergi.

Waktu yang dibutuhkan sampai rangkaian trial kitnya habis di aku, kira-kira satu bulan lebih sedikit. Di minggu kedua sejak pemakaian, jerawat yang mengganggu banget sembuh dan nggak muncul lagi dalam sebulan kedepan (setelahnya sih tetep muncul karena tamu bulanan, hal yang wajar menurutku selama munculnya nggak keroyokan kayak sebelumnya). Wajahku yang sempat cukup kusam karena banyaknya problematika kulitku, perlahan membaik. Bukan mencerahkan yang hasilnya signifikan, tetapi at least wajahku bebas kusam hasil dari pemakaian kurang lebih sebulan. Aku pengen banget repurchase versi full sizenya tetapiii.. cukup sulit buat nemuin full sizenya di Indonesia, kalaupun ada, stocknya sangat limited dan.. aku nggak bisa nemuin cleansing foam versi full sizenya huhuhu. Tapi buat dearie yang pengen coba rangkaian ini, nggak ada salahnya! Hasilnya bagus juga menurutku, skin barrierku kembali seperti semula, i'm so happy! Jangan lupa review di comment section kalau sudah coba ya, dearie!


Written by: Olivia Herlie Syafira

Comments

Popular Posts