Bulan Pencegahan Bunuh Diri: Faktor Resiko dan Faktor Pelindung


Tulisan ini ditulis dalam rangka memperingati hari Pencegahan Bunuh Diri yang bertepatan pada tanggal 10 September setiap tahunnya. Dearie, apa yang terlintas dibenakmu ketika mendengar 'bunuh diri', 'pikiran bunuh diri', atau 'percobaan bunuh diri'? Apakah muncul pemikiran bahwa 'bunuh diri' terkait dengan keputus-asaan? Yuk, kita bahas bareng-bareng dan mencoba untuk memahami lebih lanjut!

Setiap tahunnya, lebih dari 700.000 orang meninggal dunia karena bunuh diri yaitu satu orang setiap 40 detik. Setidaknya, terdapat 20 percobaan bunuh diri di setiap kasus bunuh diri. Angka ini menjadikan bunuh diri sebagai penyebab kematian global terbesar pada urutan keempat diantara usia 15-29 tahun. Sebesar 77% kasus bunuh diri global terjadi pada negara dengan pendapatan rendah ke menengah. Faktor resiko bunuh diri diantaranya mengalami kehilangan, kesepian, diskriminasi, putus cinta, masalah keuangan, penyakit dan sakit yang kronis, kekerasan, penyalahgunaan (seperti obat-obatan), dan konflik atau darurat kemanusiaan lainnya. Faktor terbesar dari bunuh diri adalah percobaan bunuh diri sebelumnya.

Faktor resiko lainnya yaitu efek dari rasa sakit (pain), keputus-asaan (hopelessness), dan rasa terhubung (connectedness). Pemikiran bunuh diri berkembang seiring dengan munculnya perpaduan antara rasa sakit dan keputus-asaan. Rasa terhubung itu sendiri menjadi faktor protektif bagi pemikiran bunuh diri. Jika seseorang merasakan rasa sakit dan keputus-asaan yang sangat tinggi namun memiliki rasa terhubung atau keterhubungan, individu tersebut akan cenderung menurunkan tingkat keparahan pemikiran bunuh diri. Keterhubungan ini dapat berupa hubungan seseorang terhadap orang lain di sekitarnya (keluarga, teman, pasangan), keterikatan dengan pekerjaan, project, peran, ketertarikan, atau hal lain yang seseorang tersebut mempersepsikan adanya sensasi memiliki tujuan atau memiliki arti yang membuat seseorang merasa berinvestasi terhadap hidupnya.

"If someone living in pain has hope that situation can improve, the individual likely will focus on obtaining a future with diminished pain"

Upaya yang dapat mengurangi resiko bunuh diri antara lain, mengurangi rasa sakit, meningkatkan harapan, menigkatkan keterhubungan, serta mengurangi kapasitas. Kapasitas yang dimaksud adalah potensi bunuh diri yang berkaitan dengan akses/sesuatu yang memfasilitasi seseorang melakukan percobaan bunuh diri yang mematikan seperti seorang tenaga medis yang mengetahui bagaimana kerja sebuah obat-obatan yang dapat mengakibatkan seseorang mengalami kematian dengan kurang menyakitkan serta memiliki akses terhadap obat-obatan tersebut. Selain adanya akses, faktor lainnya yang meningkatkan kapasitas bunuh diri adalah perencanaan untuk melakukan bunuh diri dan impulsivitas.

Nah, itu dia sekilas mengenai bunuh diri. Menurutmu faktor apa yang paling mempengaruhi nih, dearie?


Sources:

World Health Organization.

(https://www.who.int/health-topics/suicide#tab=tab_2)

Klonsky & May, 2015.

(https://psycnet.apa.org/record/2015-29534-003)

Comments

Popular Posts